Free Angel Fly Redhead Cursors at www.totallyfreecursors.com
Deamardeka :)

Sabtu, 25 Agustus 2012

We Are Never Ever Getting Back Together-Taylor Swift (cover) Megan Nicole

Dressi'n Up! (DADAKAN!!!)



Sebenernya udah lama sih Acara Dressin Up! ini. Pas lg booming-boomingnya si Mother Monster gak jadi ke Indonesia. Gue bareng cuning(@AraCuningrum) sama alin(@alindimega) setuju buat nge-refresh otak karena waktu itu kita lagi gencar-gencarnya belajar buat test di suatu SMA di Bogor. Awalnya kita milih buat nonton film horor di kamar gue. Tapi lama-kelamaan jatohnya malah ngantuk. Gak lama gue usul aja buat kita mending webcam-an aja deh. Oke kita webcam dgn konsep yg biasa aja gak tau sampe berapa foto. Sampe gue ngusulin kalo kita Dressin Up! aja. Mungkin terinspirasi dari kacamata kali ya.. Yaudah akhirnya kita bertiga ngacak-ngacak lemari gue buat nyari baju yg tepat.
Finish! Kita udah ganti baju dan udah make up juga. Sekarang wanna be gitu deh. Cuning jadi Katy Perry yang gak tau di MV mana. Alin jadi Jessie J di MV Price Tag. Dan gue pribadi jadi Lady Gaga yg belum bgt gothic. Nah udah siap semuanya. Dan ini perbandingan sebelum&sesudah Dressin up Check this out!!--->

Kita kenalan dulu yaaaaa :)) --->

*Ini cuning. Katy Perry ceritanya, mah...
*Ini alin. Jessie J? Lumayan lah...
*Dan ini gue. Lady Gaga darimanaya? Tantri kotak yg ada...


Kita webcam lagi. Lumayan puas soalnya ada sedikit yang beda. Lama-kelamaan jadi bosen lagi. Putar otak lagi. Ngapain lagi biar otak tuh fresh lagi. Dan akhirnya kita bertiga memutuskan buat bikin Video Cover!! Lagu Price Tag jadi pilihan terakhir. Kita gak sengaja. Beneran gak sengaja ke upload ke YouTube.... Nah ini gue kasih Link-nya ya. Hope you enjoy it :) http://youtu.be/zw_GfEGRXGI Diatas juga udah ada videonya hehehehe
Sebelumnya mau minta maaf buat Miss.Perry, Miss.Jessie,and Miss.Gaga hehehehehe :))
-Dtm

Jawa Timur!!!!!

Ini beberapa foto gue waktu mudik minggu lalu. Post aja sih :D
 *Sebelum berangkat foto dulu
 *Percaya gak ini mobil travel? Gue aja gak :P

 *Ini di kaki gunung loreng

 *Jangan liat perutnya!!! Itu efek baju. Sumpah..

 *Yaampun jidat gue!!

 *Mumpung ada objek bendera :P
 *Efek gak ada yg mau fotoin kita bertiga
 *Say "BEACHHHH"
 *Ini kakek-Nenek gue
 *Ini rumah kakek gue. Ok gak backgroundnya?B)
 *Kakak kedua gue
 *Kakak pertama gue
-Dtm

Seperti tak bernyawa. Pada akhirnya perasaan ini hanya bisa terkubur dalam harapan.


Aku merasakannya lagi. Sosok hangatmu dalam ketikan pesan itu. Kau datang bersama kalimat-kalimat konyol hanya ingin mengucapkan “Selamat Ulang Tahun”. Sudah hampir tiga tahun kurasa aku melewati teriknya bulan Desember sendirian. Untuk memperingatinya, aku biasa tidur tengah malam dan mendengarkan lagu-lagu kesukaanmu. Ya aku masih mengingat semua lagu kesukaanmu. Mungkin kau tak akan percaya. Karena aku sendiri pun tidak percaya aku mengingatnya. Seringnya aku hanya bisa secara diam-diam memperhatikan fotomu yg berjalan-jalan di Timelineku. Membalas setiap mention yg masuk dari teman-temanmu dgn ramah. Mungkinkah aku termasuk ke dalam teman-temanmu itu? Aku ingin sekali bisa dengan leluasa menyapamu di twitter. Berbalas mention tanpa ada rasa takut bahwa kita sedang terawasi oleh seluruh penghuni timeline. Tapi entah sudah berapa lama aku tak berani menyapamu lagi. Aku tak berani mengambil tempat untuk ada di dalam repliesmu. Hah rasanya aku ingin tertawa setiap aku ingat betapa anehnya perasaanku ini. Aku yg masih saja merindukanmu dan tersenyum sendiri tanpa alasan yg jelas. Padahalkan saat itu kau yang memutuskan untuk meninggalkanku. Alasanmu sungguh tak dapat aku terima dengan logika. Tapi aku bisa apa saat itu?  Emosiku memuncak sudah. Pandanganku padamu hanya kau lelaki terjahat. Kau cinta pertamaku tapi kau yg melukaiku. Kau yang berjanji ini-itu tapi kau yang mengingkarinya. ‘Yasudah, pergi saja’ hanya itu balasan pesanku kepadamu. Dan setelah hari itu tak ada lagi kau yg mengucapkan selamat tidur dgn Bahasa Inggrismu itu. Taka da lagi aku yg mengingatkanmu jangan tidur larut malam. Dan tak ada lagi kita yg memenuhi inbox masing-masing hingga pagi datang. Semua seperti terenggut dengan kasar. Dan meninggalkan goresan disini. Didalam kotak pengharapan…
Saat  itu. Pagi-pagi buta. Semua teman-teman telah sibuk dengan riasannya masing-masing. Dan mungkin kau juga sedang mencocokkan dasi dengan kemeja yg akan kau kenakan ke acara perpisahan angkatan. Aku takut. Aku takut jika hari ini selesai maka kita akan selesai juga. Kau akan sibuk dengan sekolahmu nanti, begitu juga aku. Aku takut kita akan semakin-semakin jauh.
Tepat pukul 08.00 acara akan dimulai. Tapi sungguh aku masih dalam perjalanan. Perbaikan jalan di dekat gedung pertemuan membuat kendaraan tak dapat bergerak leluasa. Tapi sungguh juga aku melihatmu. Sekalipun wajahmu tertutup dengan helm fullface aku masih bisa mengenalimu. Kau mengenakan kemeja merah dan dasi hitam. Warna baju kita senada. Merah. Mungkinkah kita sempat untuk mengambil gambar bersama di hari perpisahan angkatan ini? Aku hanya bisa tersenyum simpul membayangkan hal itu benar terjadi. Tiba sudah aku di gedung pertemuan. Dengan mengangkat sedikit kain songketku aku berjalan memasuki gedung. Aku mencari-mencari dimana sosokmu berada. Dan….Ternyata kau menghampirinya. Perempuan yang sekarang dekat sekali denganmu. Baju kalian juga senada. Berwarna merah. Dan kalian pasti akan banyak mengambil gambar berdua hari ini. Arrrrrgggghhhhh!!! Rasanya aku ingin pulang dan mengurung diri di kamar….
Setelah hampir dua jam kami mengikuti acara-acara yang sudah disusun, kini saatnya acara bebas. Saatnya si ‘anak sulung’ menunjukan bakat bermain musiknya. “Vin, Erik kan ngeband juga. Udah tau kan? Mau liat?” Tutur Jojo sahabat dekatku. Sebenarnya aku sudah tau Erik akan manggung hari ini. Aku sempat menyemangatinya lewat pesan singkat saat hari penyeleksian itu. Dan Erik berterimakasih dan memberitahuku bahwa ia lolos seleksi. Tapi aku tak sanggup sepertinya melihatnya bernyanyi lagu BrunoMars yang berjudul It Will Rain. “Gue mau langsung pulang aja. Kepala gue sakit Jo. Bye” Aku bergegas bangkit dari kursi dan mengangkat kain songketku agar memudahkanku saat berjalan. Saat aku membalikan badan, Erik sudah ada di hadapanku. Dia tersenyum sangat lebar. Matanya seperti ikut tersenyum. Indah. Meskipun kacamata yg menutupi matanya. Untuk beberapa detik aku sempat memperhatikan wajahnya. Dan tiba-tiba…..”Vin pinjem Jojonya sebentar ya” Glek! Kenapa Erik minjemya Jojo? Kenapa gak aku?!! “Eh iya Rik. Jojo juga standby tuh” Erik segera menarik tangan Jojo dan membawanya ke dekat karangan bunga. Erik mengajak Jojo berfoto bersama lima temanku. Yaw ajar saja Jojo yg dipinjam. Jojo sering menceritakan kepadaku bahwa Erik sekarang menjadi temannya. Erik sering minta saran kepadanya tentang bagaimana memperlakukan perempuan. Tapi kenapa harus Jojo? Aku kan mantan kekasihnya. Hey Vina kau hanya mantan kekasih Erik! Tak lebih bahkan mungkin kurang! Baiklah aku hanya bisa memendamnya saja.
Satu bulan, tiga bulan, enam bulan berlalu setelah acara perpisahan angkatan itu. Komunikasiku dengan Erik mendadak menjadi lebih baik setelah ia tidak berhubungan lagi dengan kekasihnya. “Vin cepet move on dong dari gue. Maaf ya gue jadi gak enak sama lu kalo gue udah punya pacar. Makanya gue cerita ke Jojo” Jadi selama ini alesannya karena itu? Berarti Erik……..Mukaku merah seketika. Tanganku dingin saat membaca pesannya “Gue udah move on. Cuma belum ada yang srek aja. Kayak kemarin pacaran cuma jalan 7 bulan. Gue gapapa Rik. Gue gak cemburu :P“ Aku hanya bisa berboohong padanya. Sebetulnya aku belum bisa move on. Maafkan aku Erik. “Bener udah? Kok kalo ada gue lu ngehindar Vin? Di sekolah juga jarang nyapa :P. Kirain msh cemburu *eh=))” Erikkkk!!!!!! Kenapa jadi asik seperti ini percakapan kami. “Ada waktunya gue nyapa lu. Mau bgt ya dicemburuin sama mantan lu yg satu ini?” “okedeh kalo gitu. Cepet move on ya gendut” Berubah derastis. Taka ada lagi emoticon dari Erik. Rasanya semua tak bernyawa lagi. “oke thx ErikJ” Lima menit, sepuluh menit, dan tak ada lagi balasan dari Erik.
Hampir tiga tahun sudah aku dan dia berpisah. Dan setelah percakapan malam itu tak ada lagi komunikasi antara aku dengan dirinya. Yang  aku tau dia tak ingin pacaran dulu katanya. Aku senang, entahlah setan apa yang kini hinggap di hatiku. Hari ini aku harus ke sekolah lamaku. Ada beberapa data yang masih harus aku tanda tangani. Dan ada dia juga ternyata. Kami berpapasan tapi kami tak saling menyapa satu sama lain. Saat aku meliriknya saja pandangan dia hanya lurus ke depan dan seperti tidak melihatku barusan. Hah inikah saatnya bahwa aku dan dia akan semakin jauh? Aku mulai merindukannya. Aku berterus terang kepada Jojo tentang perasaanku setelah aku berpisah dengan Erik. Aku mengatakan bahwa aku tak bisa melupakan Erik. Aku jujur bahwa pacarku setelah Erik hanya sekedar pacar transisiku saja. Saat itu aku sedang mencoba melupakan Erik, dan benar saja hubunganku hanya berjalan 7 bulan. Dan sekalipun Erik telah mempunyai pacar, aku masih saja memperhatikannya saat ia bermain futsal di lapangan sekolah. Aku masih saja mencari tau kabar terbarunya dengan stalking di Timelinenya. Bahkan aku jujur kepada Jojo bahwa aku selalu memperhatikan pergantian Display Picture milik Erik. Sungguh hal bodoh semuanya menurutku. “Vin gue udah nebak kok semuanya itu. Keliatan bgt dari setiap cara lu ngeliat Erik atau sikap lu tiap papasan sama Erik” Jojo emang hebat atau dia sebenernya dukun sih.. “Jo gue….gue gak bisa ngelupain Erik” Jojo tertunduk. Dia berpikir keras sama seperti saat UN beberapa waktu lalu. “Lu harus jujur ke Erik. Apapun resikonya” Muka Jojo terlihat mantap. Bahkan tangannya erat memegang pundakku sambil menggoyangkannya. “Enggak Jo, gue gak yakin. Gue takut akan respon Erik. Paling ujung-ujungnya gue simpen di Draft” 
Satu bulan sudah aku berpisah dengan Jojo. Begitu juga dengan Erik. Aku dan dia kini tak lagi dalam lingkungan yang sama. Aku sudah disibukkan dengan setumpuk tugas SMA-ku. Erik tak sesering dulu lagi mampir di fikiranku. Komunikasi? Kami betul-betul lost contact satu sama lain. Aku juga sudah terbiasa tanpanya. Aku mulai mengatasi perassanku akan Erik. Aku telah berhasil belajar melupakan ErikJ Hari ini tepat ulang tahunku yang ke 15. 25 Agustus 2012. Teman-teman di sekitarku mengucapkannya. Begitu banyak doa-doa mulia yang dipanjatkan khusus untukku. Aku bahagia, amat sangat bahagia. Entah aku tak teringat Erik sedikitpun dan tiba-tiba pesan darinya datang. Dengan kalimat konyolnya dia mengharapkan beberapa kemajuan untukku. Dan ada emoticon ‘:P’ di dalam pesannya. Hatiku telah terlatih untuk berdegup teratur saat semua hal tentang Erik menghampiriku. Aku hanya tersenyum simpul saat membalas pesannya. Dan setelah itu Erik kembali hilang tidak membalas pesanku lagi. Ya. Aku telah terbiasa. “VIN!! Lo jujur ke Erik tentang perasaan lo?” Glek! Jojo datang dengan pertanyaan yg membuatku kembali mengingat Erik. “Lu kata siapa? Nggak. Gue gak jujur ke Erik” “Oh. Emm Vin. Erik nembak gue. Gue juga syg sama Erik. Menurut lu gimana? Sorry ya Vin :\” Dan lagi…..Kenapa seperti ini akhirnya? Rumit. Beban. Harus jujur atau tidak kah aku tentang perasaanku sebenarnya? “Hahaha. Gapapa Jo. Terima aja kalo kalian emg saling-saling. Erik cowok baik kan? Gue? Gue udah biasa aja ke Erik J”  “Makasih banyak ya Vina({}) bahagia gue bahagia lu juga kok. Pasti!!” Air mataku menetes lagi membaca pesan Jojo. Sahabat baikku akan bersama lelaki terbaikku. Mungkin inilah cara yang harus aku lewati untuk melupakan Erik. Dan, seperti tak bernyawa. Pada akhirnya perasaan ini hanya bisa terkubur dalam pengharapan……..

NB; Terinspirasi dari @icayusman My soul-sister
-Dtm

 

Jumat, 20 Juli 2012

#CeklisTarawihRamadhan2012:)

Tanggal berapa sekaraaaaaang? :-D Iya betul. Besok bagi elo-elo yg sama kayak gue, yg puasanya ngikutin pemerintah adalah hari pertama puasa kita di tahun 2012. Gak perduli tuh sama kiamat 2012, yg penting Ramadhan dolo :) Alhamdulillah tahun ini masih bisa ketemu sama bulan puasa lagi, bakalan deh ngerasain susah bangun, siang-siang laper, anti banget ngeliat es, dan nunggu-nunggu waktu sholat dateng. Hahaha buat yg satu ini terserah deh mau diakuin atau enggak tapi, pasti 'alhamdulillah' banget kalo waktu shalat udah masuk. Sudah senang malem ini tarawih pertama, di twitter juga udah rame, bahkan ada yg prepare dari abis Maghrib, wuih salut deh saking semangatnya, maklum juga kan hari pertama.....=)) Jam setengah tujuh gue masih aja depan laptop gue, blsin mention temen-temen gue yg minta maaf, gue wudhu tapi sayangnya gak cukup satu kali dan baru finish setelah tiga kali bolak-balik kamar mandi. Gapapa-gapapa demi tarawih pertama gue di thn 2012......... Abis wudhu dan gue udah siap eh taunya ujan...UJAN !!! Cobaan emang udah semangat tarawih malah ujan... Akhirnya gue sama kakak pertama gue bawa payung yg biasa nempel di gerobak Abang-abang jualan. Subhanallah gedenya..-___- Sampe di Mesjid taunya udah penuh sampe ke latar-latar. Gak bisa dihitung berapa jama'ah perempuannya tapi dominan anak-anak. Kok gue bisa kalah start sama anak kecil yang bawaannya lebih banyak dari gue....... Melas deh gue di bawah payung, kakak gue udah ke depan nyari tempat nah gue msh diri depan Mesjid. Gak lama ada Ibu-Ibu nawarin gue duduk di sebelah dia, meskipun sempit tapi asal ikhlas pasti jadi lapang (kali aja bener). Shalat Isya, perasaan gue emang udah gak enak gara-gara ada anak kecil rebutan Mukena, sampe tabok-tabokkan atau malah mungkin mereka mau smackdown-an dan bener aja pas lagi rakaat ke tiga pas lagi sujud kepala gue ketendang kaki satu anak kecil tadi, astagfirullah pusing. Rasanya sajadah gue ada banyak.... Udah nih udah masuk shalat tarawih-nya tapi kalo boleh jujur gue gak khusyuk, ya gimana mau khusyuk udah baris paling belakang Imam-nya juga gak pake Microphone baca suratnya. Alhasil apa coba yg gue denger? Dialog anak-anak kecil di sekitar gue. Ada yg ribut (masih yg tadi, yg rebutan mukena) Kalo gak salah namanya Bella sama Alin, Bella yg dapetin mukenanya dah si Alin marah. Dia nyubitin si Bella. Awalnya sih emang Bella ketawa-ketiwi mungkin dia mikir itu cuma 'bercanda' eh taunya lama-lama si Alin beneran 'bercanda'. Dia cubitin pipinya si Bella terus, temen-temennya si Bella belain si Bella ada yg bilang "Bella nanti bilang ibu aja...Bilang "Ibu Alin jahat sama Bella' gitu.." ada juga yg bilang "Udah Bella jgn nangis, nanti Allah marahin Alin. Allah kan galak, nanti Alin biar dimarahin Allah" ada juga yg cuma bilang "Alin jangan..Alin jangan" Selama shalat cuma nama Alin yg dominan kedengeran sama gue. Mungkin Alin adalah jakam di Masjid daerah rumah gue. Gue aja gak berani negor Alin gara-gara dia nakal. Gue aja tadi udah ditendang sama itu anak, gimana kalo gue ada di pihak musuhnya dia, bisa abis gue pas shalat... Angin banyak. Yaiyalah org diluar. Udah gitu di barisan belakang. Awalnya sih berkah banget buat gue. Shalatnya jadi adem. Tapi lama-lama bikin gue gak khusyuk shalat lagi... Saking tipisnya mukena gue, ada angin dikit aja muka gue udah ketutup sama mukena yg terbang-terbangan. Kann....Anak kecilnya pada ketawa kan....Pas  shalat witir anginnya dateng pas gue lagi sujud. Mukena gue kebalik, deh. Punggung gue keliatan. Rambut belakang gue juga keliatan. Kampret......... Gak tau deh tarawih pertama gue ini diterima sama Allah atau enggak tapi, niat gue udah bener-bener shalat tarawih kok wkwkwk:D walauun udah ada yg mulai puasa duluan tapi kita kan tetep Indonesia. nah ini ada sebagian tweet-tweet suka cita penghuni TL waktu nyambut tarawih pertama kita --->





Sabtu, 07 Juli 2012

Ini MOPD-ku.. Mana MOPD-mu??? :P

"Bersekolah di SMK-SMAKBogor a.k.a SMAKBo merupakan suatu hal yang prestisius..." Nah ini dia yang gue kutip dari pencarian gue di Google tentang SMAKBo. Gue jadi penasaran apa itu prestisius. MOPD di sini gak kayak di SMA lain, ya mungkin ada sebagian yang sama tapi gue pastiin pasti beda, dehh..:P Ada 6 hari perjalanan gue sebagai prasi (nama keren cewek  waktu di ospek). Banyak apa-yang-gue-sebut-kasiani diri sendiri. Tapi ada juga apa-yang-gue-sebut-bangga sama diri sendiri. Hari I, Senin 02 Juli 2012.. Hari ini gue belum ngerasain di ospek. Selain barang bawaan gue gak banyak hari juga gak sampe sore pulangnya. Tapi hari ini bener-bener gue bersangkut pautan sama temen deket 'cowok gue', Ibay.. Pembagian bendera atau regu, gue dapet nama bendera biru muda putih. Biru muda warna kesukaan dia. Galau gue langsung. Abis itu pembagian barisan padus buat hari terakhir nanti. Temen-temen bendera gue udah ditarik sama kaka panitia buat dibarisin di panggung, dan kenapa gue beluuuum????! Terpaksa baris paling di depan sambil bilang "kaka tarik aku kaka.. Kaka tarik aku kaka :'3" Kampret...... Akhirnya gue ditarik :D bener-bener ditarik -__- Karena udah hampir semua di atas panggung, dan gue sebagai sisa yang masih di lapangan ya terpaksa gue di selip-selipin di barisan orang. Tadinya gue di barisan ke 17. Dengan tinggi gue yang 160cm gue di geser-geser beberapa kali. 'Mbak yang itu, coba geser ke kanan.." Terus-terus dan terus. Akhirnya gue berdiam di barisan 13. TIGA BELAS... Dan di barisan 13 itu lah gue bakal berdiam selama 6 hari ke depan. Ibay oh Ibay.._.. Gue dapet bagian suara sopran, yang bener-bener harus bisa falset dan tempo yang lumayan pelan. Apa lagi ini? Suara gue besar, serak, nafas aja pendek gimana bisa gue jadi sopraner?? Kita ditugasin untuk bikin lapsus (laporan khusus) yang emang harus, wajib, kudu, mesti di kerftas folio dan harus full empat halaman. Materi ceramah hari ini. Seinget gue gak ada yang ceramah hari ini. Cuma sambutan-sambutan dan itu sebentar. Bakal nulis apa gue di folio empat halaman full?? Malemnya gue nyoba buat lapsus. Pake sambutan-sambutan ala-ala pidato gitu. Sumpah itu 'fail' banget. Nmanya aja laporan kusus malah pake format-format pidato-_- Hari II, Selasa 03 Juli 2012, gue banyak salah bawaan barang. Ada dua hal yang harus gue bener-bener maklumin. Hari ini disuruh bawa jeruk. Kemarin malemnya udah gue taro jeruk itu di atas meja makan. Pas paginya nyokap bangunin gue terus bisik-bisik "Dea.. Maafin ayahmu ya. Jerukmu yang buat mos dimakan ayah semalem waktu mamah udah tidur.." *plak...* terus hari ini juga disuruh bawa bakso empat. Gue minta tolong ke nyokap buat masukkin bakso goreng emapt ke kotak bekel gue. Pas di cek sama panitia mos bakso gue ada sepuluh. ADA SEPULUH.. Ya mau gak mau gue maju ke depan, dan nama gue dicatet sama panitia. Sampe rumah gue nanya ke nyokap.. "Mah kok bakso Dea tadi ada sepuluh ya?" "Tadi mamah tambahin. Takut kamu laper kan kamu pulang sore.." Kasih ibu.... sebanyak bakso..-____- Hari ini juga ada psycho test, dan gue gak tau ruangan berapa. Saking kepepetnya waktu gue ikut aja orang yang ada di depan gue. Gue masuk ruangan 115. Di dalem ruangan gue nunduk dan terus ngarep kalo gue gak salah ruangan. Absen berjalan, sampelah giliran gue buat tanda tangan. Dan apa? Ternyata gak ada nama gue. GUE SALAH RUANGAN!!! KAMPRET.... Yang harusnya ruang 113 malah nyasar ke 115. Terpaksa nama guedi tulis di luar kolom. Nasib... Hari III, 04 Juli 2012 tugas hari ini rambut harus di kuncir kanan 8 dan kiri 5. Yampun 13 kuncir hari ini... Dan yang paling istimewanya, kuncir rambutnya gak dari rumah, melainkan di sekolah. Semuanya harus saling bantu. Gak pandang cewek atau cowok. Pokoknya semuanya deh.. Gue gak tau berapa orang yang udah megang-megang rambut gue. Udah berapa cowok juga yang megang-megang kepala gue. Pokoknya banyak dan gue gak tau satupun cowok yang udah megang kepala gue.._.. Pas pulang, di Lampu merah Cikaret udah maghib dan pandangan gue kabur. Gak tau kenapa semua berasa gelap banget. Kayanya gara-gara 13 pita di kepala gue saraf mata gue keganggu. Gue berentiin angkot di depan salon Tiara. Sengaja biar langsung jalan dan rame penumpangnya. Waktu di depan pertigaan Puri Nirwana Dua penumpangnya udah abis. Gue udah galau, Abang angkotnya dari tadi udah nengok terus ke gue sambil ngitung duit. Gue takut di jual. Gue msh ospek belum ngerasain seragam SMAKBo :( Tau-tau si Abang ngomong.. "Adeek turun dimana?" "Bambu Kuning, Bang.." "Oh salah angkot Dek. ini 38" *plak* Angkot 38? pantes aja penumpangnya cepet abis. Kampret, jadi malu udah ketakutan mau dijual-__- Hari IV 05 Juli 2012 berangkat lebih pagi hari ini. Tapi, gara-gara bikin lapsus 12 lembar gue jadi tidur tengah malem. Alhasil pas di jalan gue ngantuk berat, asli. Mana helm yang gue pake size-nya lebih-lebih dari kepala gue. Ya jadinya setiap udah hampir tidur kepala gue ke belakang gara-gara keberatan helm... Kampret-__- Hari ini formasi barisan padus di panggung diubah. Yang tadinya gue di tengah bagian belakang, gue jadi di depan dan paling tengah. Udah bangga banget gue, asli. Nah disini nih gue baru sadar. Ternyata kebanggan gue itu harus ada pengorbanannya. Latihan nyanyi, gladi kotor. Baris pertama lagu oke-oke aja, waktu tarik nafas ada bau super gak enak lewat depan idung gue. Asli itu ngena bgt ke paru-paru guweh.__. Setelah gue cek ternyata anak cewek di sebelah gue lah tersangkanya. Ya ampun Ya Allah apa lagi cobaanmu... Gue harus tarik nafas sambil tetep senyum, tapi gue juga harus tahan nafas buat bau dari cewek ituuuu.___. Astagfirullah. Hari ke V, 06 Juli 2012 Hari ini membanggakan lagi. Selain barang bawaan gue gak ada yg salah satu pun, gue jadi simbolis penyambutan siswa/i baru SMAKBogor. Betapa bangganya kedua orang tua gue nanti hari Sabtu :'D  oke hari terakhir, Hari ke VI, 07 Juli 2012 Pagi ini gue dari rumah udah pake seragamnya SMAKBo, cuma dikuncir dua, tapi pake sepatu Ibu-Ibu, pantofel atau pantopel gue gak tau tulisannya. Yg ada heelsnya deh. Untung gak 13cm hahaha. Waktu masuk gedung serba guna orang tua murid udah banyak. Nyari-nyari mana bokap-nyokap gue dan mereka udah standby di tengah sambil megang kamera. Gue udah kalut. Gimana nanti? gue sanggup atau enggak? gue harus nahan nangis, nahan bau 'itu, dan harus tetep senyum. Belum lagi kalo inget semua pengorbanan bokap-nyokap gue selama ini, gue bisa kejer. Gue juga berdiri kurang lebih 1 jam sampe di penyematan pin itu. Ngerasa gak adil karena cuma sepatu gue yg ada heels-nya. Ada event demo KRIDA (sebutan keren ekskul di SMAKBo) dan perkenalan alumni-alumni terdahulu. Terus alumni minta tolong dua pasang cewek&cowok maju ke depan. Gue sengaja jelek-jelekin muka biar gak ditarik. Gue ngakak waktu temen gue yang ditarik, gue seneng banget karena dia yang dari tadi nakutin gue terus. Tapi ternyata nama gue dipanggil dan dipasangin sama cowok yg jadi simbolis bareng gue tadi. KAMPREEET!!! Di depan gue disuruh nyanyi bareng sama pasangan gue itu. Itu cowok tinggi banget. Gue harus dengak waktu nyanyi bareng sama itu cowok. Ya ampun... Endingnya, kita semua dikerjain abis-abisan sama panitia maupun alumni. Mereka pura-pura ada konflik sampe banyak yang nangis kitanya. Terus mata kita ditutup dan dibawa ke lapangan. Dan di lapangan udah ada lampu minyak berderet membentuk angka 58. Bener-bener kerasa banget perjuangan, pengorbanan, kebersamaan satu angkatan, pokoknya semuanya :'D 58Thenextgeneration!! Welcome SMAKBogor.. Ini MOPD-ku.. Mana MOPD-mu?:p Ini beberapa tweet anak-anak 58, check this out!!:D






Selasa, 27 September 2011